Kebun Pak Oles dibidik Mahasiswa

Feb 6th, 2009 • Category: CSR

Pertanian organik mulai dilirik banyak kalangan, seiring kesadaran dampak negatif penggunaan bahan kimia. Kelangkaan pupuk dan pestisida kimia ikut menjadi salah satu pemicu. Semua masyarakat berbondong-bondong menerapkan system pertanian organik ramah lingkungan. Hal ini tentu menguntungkan bagi para produsen pupuk organik. Tak berbeda dengan PT. Karya Pak Oles Tokcer, sebagai pelopor pembuat pupuk organik.
Dikenalnya produk pupuk organic berbasis ramah lingkungan, merebut perhatian banyak kalangan. Tak hanya konsumen pengguna saja, tapi banyak juga masyarakat dan instansi yang ingin belajar langsung. Baik cara pembuatan pupuk maupun pengaplikasiannya di lapangan. Seperti mahasiswa Universitas Jember, datang ke kebun Pak Oles untuk melaksanakan PKL (Praktek Kerja Lapangan).
Menurut Ir Imam Syafi’I, Ms, salah satu dosen pembimbing, mahasiswa program studi Agribisnis ini ingin banyak belajar di kebun produksi Pak Oles. Mereka, lanjutnya, akan belajar tentang manajemen di kebun produksi. Baik manajemen pemasaran, sumber daya alam, produksi dan stuktural.
Materi kuliah lapangan ini memang ada dalam program pengajaran dalam semester tujuh. Diharapkan dengan mengikuti kuliah lapangan ini, mahasiswa nantinya dapat membekali diri dengan banyak ilmu saat harus terjun di masyarakat. Karena, sebut Imam, banyak ilmu yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Seperti cara pengolahan dan pemanfaatan sampah dan limbah yang tidak berguna.
Setelah mahasiswa ini berhadapan langsung dengan masyarakat dapat mengaplikasikan ilmu yang diperolehnya. “Pilihan mahasiswa sangat tepat dengan belajar di kebun Pak Oles ini. Tak hanya ilmu manajemen dan aktivitas produksi yang didapat, tapi pengetahuan tentang teknologi EM,” katanya.
Kegiatan kuliah lapangan ini benar-benar pilihan mahasiswa. Mereka terlibat langsung dalam pemilihan tempat praktek dan kepanitiaannya. Seperti yang diungkapkan Emy Fauziah Azizah, ketua panitia, meskipun tempatnya jauh tapi ilmu yang didapat sepadan dengan perjuangan.
Selama ini, lanjutnya, yang dikenal dari produk Pak Oles hanya untuk kesehatan, tapi fokus juga pada pertanian organik terutama peluang pertanian organik di Jember kian berkembang. “Selain belajar, kita juga melihat situasi untuk bisa selanjutnya magang disini. Kita juga sekalian piknik sebelum menempuh skripsi,” ujar Emy.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009