<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<!-- generator="wordpress/2.3.3" -->
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	>

<channel>
	<title>www.em4indonesia.com</title>
	<link>http://www.em4indonesia.com</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:53:39 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.3.3</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>EM4 Pelopor Pertanian Organik</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/news/em4-pelopor-pertanian-organik.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/news/em4-pelopor-pertanian-organik.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:48:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/news/em4-pelopor-pertanian-organik.html</guid>
		<description><![CDATA[
Teknologi efektive Mikroorganisms (EM4) sangat terkenal dalam dunia pertanian organic dewasa ini, karena produk asal jepang ini salah satu pelopor pertanian organic di dunia.
Pertanian organic sebenarnya sudah sering didengar sugeng (40) petani asal desa Sudimoro,kec.sidomulyo, kab. Candimulyo magelang jawa tengah.namun untuk beralih ke system yang bebas kimia itu, ia masih ragu-ragu, jangan-jangan hasil produksi padinya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: center; line-height: 150%" align="left"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Teknologi efektive Mikroorganisms (EM4) sangat terkenal dalam dunia pertanian organic dewasa ini, karena produk asal jepang ini salah satu pelopor pertanian organic di dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Pertanian organic sebenarnya sudah sering didengar sugeng (40) petani asal desa Sudimoro,kec.sidomulyo, kab. Candimulyo magelang jawa tengah.namun untuk beralih ke system yang bebas kimia itu, ia masih ragu-ragu, jangan-jangan hasil produksi padinya menurun dan gagal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Berkali-kali disarankan menggunakan pupuk organic, berkali-kali pula ditolaknya. Sekarang ini, pupuk bersubsidi sedang langka,walaupun ada pengecer harganya cukup mahal.sugeng yang memiliki lahan sawah sekitar 1 hektar ini, pusing tujuh keliling mencari pupuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Sedang abi royani (41) petani yang sudah mengusung organic dengan teknologi EM4,tak terpengaruh dengan kondisi perpupukan yang carut marut,bahkan produksi padi terus meningkat dan mampu menembus angka 10-12 ton/ha. Bagi abi,12 ton/ha masih belum ideal,menurutnya ia akan memaksimalkan hingga mencapai 15-20 ton/ha.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Sedang sugeng yang menggunakan pupuk kimia dengan dosis yang yerus ditambah,hanya mampu menghasilkan pdi sebanyak,5-6 ton/ha. Hal ini di sebabkan,karena penggunaan pupuk kimia akan terjadi kejenihan peningkatan produksi padi (leveling Off), pemakaian pupuk yang berlebihan meskipun dosis pupuk yang digunakan semakin tinggi tetapi peningkatan produksi yang diperoleh semakin menurun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Perbedaan yang cukup mencolok dengan system pertanian organic. “kalau mau jujur, untuk beralih ke pertanian organic tak serta merta produksi bertambah, bisa jadi mengalami penurunan produksi pada awal-awalnya karena system ini,harus memperbaiki dulu kondisi tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia. Dan setelah itu, secara bertahap produsi akan meningkat tergantung bokashi yang ditanam dilahan tersebut. Semakin banyk semakin baik dan semakin cepat berproduksi ,”kata abi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Karena itulah,abi selalu mengajak petani lain untuk mengikuti langkahnya menggunakan EM4 dengan beralih kepertanian organic sehingga petani yang lain juga dapat memperoleh manfaat yakni tidak bergantung dengan pupuk kimia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">EM4 tingkatkan produksi pertanian </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Sepintas penggunaan bahan kimia menunjukan hasil memuaskan dalam meningkatkan produksi, namun penggunaan bahan kimia secara terus menerus mempunyai effek merusak tanah, air dan lingkungan. Karena itulah teknologi EM4 merupakan solusi bagi persoalan pertanian sekarang ini </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN"><span> </span>Teknologi EM4 merupakan bioteknologi yang sejalan dengan prinsip-prinsip pertanian yang berwawasan lingkungan, mengurangi atau menekan penggunaan pupuk kimia dan perstisida dengan memanfaatkan system alami untuk meningkatkan produktivitas tanah,mengurangi biaya produksi, menghasilkan bahan pangan yang tidak terkontaminasi bahan kimia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Teknologi yang berasal dari jepang ini,menggunakan bahan baku alami hasil-hasil limbah pertanian dan pupuk kandang.bahan –bahan organic yang difermentasi oleh EM4 tersebut,dimasukkan kembali kedalam tanah sebagai pupuk untuk meningkatkan kualitas tanah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Effektive Mikroorganisms (EM) merupakan cultur campuran mikroorganisme<span>  </span>bermanfaat, yang terdiri dari bakteri fotosintetik (rhodopseudomanas.Sp.) sreptomyces Sp.,Actinomycetes Sp, bakteri asal laktat (lactobacillus Sp.), dan ragi / yeast (sacharomyces Sp.)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Menurut pakar pertanian organic ,G.N Wididana,EM4 bertindak sebagai agen pengendali secara biologis dengan cara mengambat efek fitopatogenik mikroorganisme tanah dan memfasilitatori dikomposisi senyawa beracun di dalam tanah. Teknologi yang menggabungkan berbagai mikroorganisme menguntungkan ini, dapat digunakan untuk meningkatkan penganekaragaman biologis tanah, meningkatkan kualitas air, mengurangi kontaminasi tanah dan merangsang penyehatan dan pertumbuhan tanam yang semua ini berarti meningkatkan hasil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Perlakuan EM4 ke dalam tanah dapat meningkatkan ketersediaan kandungan nutrisi yang dapat diserap oleh perakaran tanaman. Mikroorganisme yang menguntungkan dalam EM4,dapat menyuburkan tanah melalui penyediaan nitrogen bagi tanaman kurang lebih 30% meningkatkan serapan P tanah dan melarutkan fosfat.selain itu, mikroorganisme yang berasal dari EM4 juga dapat menghasilkan asam-asam organic yang mampu bereaksi melarutkan mineral-mineral tanah,”katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Pemberian EM ke dalam tanah juga mampu meningkatkan keragaman dan populasi mikroorganisme tanah sehingga jumlah dan aktivitas mikroorganisme juga meningkat .mikroorganisme yang dapat dalam kultur EM4 juga dapat mengatur keseimbangan mikroorganisme tanaman dan tanah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Tak hanya itu, peningkatan konsentrasi EM4 menyebabkan populasi mikroorganisme dalam tanah meningkat dan aktivitas penguraian bahan organic berupa gula, alcohol,asam asetat,asam amino dan senyawa organic lain termasuk CO2 juga meningkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Melihat prilaku petani yang serba instan dan praktis dalam pemberian pupuk, pupuk yang difermentasi (bokashi) dapat dibuat dalam 4-7 hari dan siap di pakai dalam waktu singkat. Selain itu,pembuatan bokashi tak memerluka biaya yang mahal,sehingga sangat efektif dan efesien bagi pertanian dalam peningkatan produksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Dimensi baru pertanian modern</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Teknologi EM (Effektive microorganisms ) pertama kali dikembangkan oleh Prof.Dr.Teruo Higa,seorang guru besar fakultas hultikultura university of the ryukus Okinawa jepang. Sampai saat ini, teknologi EM telah dimanfaatkan dan dikembangkan oleh lebih dari 55 negara di dunia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Teknologi EM berkembang sebagai dimensi baru dalam pertanian modern,terbukti dengan di dirikannya pusat penelitian EM yaitu internasionalnatur farming research center (INFRC) yang berpusat di Atami,jepang.pada tahun 1989 diadakan suatu konferensi internasional untuk memperkenalkan teknologi EM ke wilayah asia pasifik . dalam konfensi tersebut dibentuk APNAN (Asia Pasifik Natural Agriculture Network).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Tujuan utama APNAN adalah membentuk suatu jaringan internasional antara para ilmuan dalam wilayah asia pasifik, dalam rangka peningkatan penelitian, pendidikan,praktek dan teknologi pertanian alami yang akrab lingkungan. Kegiatan-kegiatan APNAN didasarkan pada prinsip-prinsip pertanian alami yang akrab lingkungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Pada tahun 1991 di brasil dibentuk organisasi SANAN (South American Natre Agricultural Network) yaitu organisasi-organisasi Negara-negara Amerika latin atau Amerika selatan yang bergerak dalam bidang pertanian alami menggunakan teknologi EM.SANAN menyelenggarakan penelitian dibeberapa Negara anggota tentang system pertanian denga biaya rendah( low input farming system) dengan menggunakan tenologi EM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Keberhasilan menerapkan teknologi EM pada pertanian,menelurkan banyak badan atau lembaga penelitian yang mendukung pengembangan teknologi ini antara lain,NFRD (Nature farming research and Development Foundation) berpusat disanta rosa,Lompoc,caliornia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Mokichi okada foundation nature farming departement berpusat di villa marienna, sao Paulo,brazil.kyusei nature farming societies research center berpusat di kwonsonku, suwon, korea selatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Effective microorganism research organization (EMRO) berpusat dijepang. EMRO ini, membiayai proyek penelitian dan penerapan teknologi EM dalam skala yang luas dan besar, mensponsori seminar dan konferensi internasional tantang hasil-hasil penelitian teknologi EM. Di Indonesia sendiri, pengembangan teknologi EM dilakukan sejak tahun 1990 oleh Indonesia Kyusei nature farming sicieties (IKNFS).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Sekarang ini, EM4 menjadi pelopor pertanian organic di Indonesia terus berkembang di bawah bendera PT. SonggoLangit Persada sebagai agen tunggal pemasaran EM4 keseluruh wilayah Indonesia. Jadi tak beralasan jika pertanian seperti sugeng ragu-ragu menggunakan teknologi EM4 akan menyebabkan penurunan hasil produksi panen padinya,sementara Abi Rohani menikmati hasil yang memuaskan.(A)<span>   </span><span>    </span><span>        </span><span>  </span><span>     </span><span>  </span><span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/news/em4-pelopor-pertanian-organik.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Belimbing Dewa Organik Depok Pilihan Usaha</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/news/belimbing-dewa-organik-depok-pilihan-usaha.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/news/belimbing-dewa-organik-depok-pilihan-usaha.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:47:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/news/belimbing-dewa-organik-depok-pilihan-usaha.html</guid>
		<description><![CDATA[
Belimbing kini makin dikenal masyarakat. Bahkan sudah sampai pasaran eropa. Warnanya kuning kemerahan, ukurannya cukup besar (150 gram 350 gram per buah), serta rasanya manis dan segar karena itu tidak salah, buah ini dijadikan maskot kota Depok sebagai salah satu primadona agrobisnis masyarakat kota depok Jawa barat.
 
Varietas belimbing Dewa-dewi ini banyak dibudidayakan masyarakat Depok dienam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Belimbing kini makin dikenal masyarakat. Bahkan sudah sampai pasaran eropa. Warnanya kuning kemerahan, ukurannya cukup besar (150 gram 350 gram per buah), serta rasanya manis dan segar karena itu tidak salah, buah ini dijadikan maskot kota Depok sebagai salah satu primadona agrobisnis masyarakat kota depok Jawa barat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Varietas belimbing Dewa-dewi ini banyak dibudidayakan masyarakat Depok dienam kecamatan yaitu sawangan, pancaran mas, Sukmajaya, cimanggis, limo dan beji. Salah satu petani belimbing dewa yang berhasil dari kecamatan sawangan adalah syukron Muctar (36th)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Syukron yang asli putra depok ini merupakan petani belimbing organik yang cukup berhasil. Dengan usaha ini, syukron yang juga memiliki usaha catering mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Tak hanya itu, syukron yang memiliki lahan 1 hektar budidaya belimbing di percaya memimpin kelompok tani Prima Nusantara (KTPN) yang ada diwilayah itu. Kelompok ini beranggotakan petani belimbung, petani buah jambu merah dan peternak hewan kambing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">“ketertarikan saya memulai usaha budidaya belimbing dan jambu merah ini terdorong karena pemanfaatan limbah dari usaha catering yang saya jadikan pupuk organik bokashi dengan teknologi EM4. dulu saya sanksi dengan pupuk organik, namun setelah ditritmen pohon belimbing berbuah lebih lebat, pohon kelihatan sehat, buahnya besar-besar, lebih manis, tahan lama, dan organik tentunya.,” katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Budidaya tanaman belimbing,(averhoa Carambola) memang tak mudah perlu dilakukan perawatan. Untuk mendapatkan buah belimbing yang bagus,penampilannya mulus, dan rasanya manis, tanaman butuh perawatan yang memadai. Perawatan tanaman dimulai sejak bibit ditanam hingga tanaman tersebut terus berproduksi (25 – 30 tahun). Perawatan ini meliputi penyiraman, pemangkasan, dan penjarangan buah dan yang tak kalah pentingnya adalah pemupukan. “saya merasakan pupuk organik dengan teknologi EM4 mampu memberikan hasil yang berkualitas disamping bebas residu kimia.” Jelanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Untuk memenuhi keperluan pupuk organik, baik bokashi padat maupun bokashi cair, sukron membuatnya sendiri. “saya memiliki 100 ternak kambing yang siap menghasilkan pupuk organik, tak hanya itu air seni ternak pun saya manfaatkan untuk pupuk cairnya,”katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Penggunaan bokashi untuk satu lubang bibit buah belimbing jarak 6&#215;6 cm hanya 20 kg bokashi selama 1 tahun, kemudian setiap seminggu sekali disirami pupuk cair yang telah difermentasi. Setiap tahun diberi pupuk bokashi padat kembali perpohon 30 kg dan pupuk cair fermentasi air seni ternak yang telah diencerkan dengan air 1 liter/pohon. Setelah usia 3 tahun belimbing sudah aktif berproduksi. “sebetulnya 1 tahun sudah mulai belajar berbuah, sebaiknya bunga yang terbentuk tidak dipetik atau sebaiknya dibuang. Di usia 3 tahun satu pohon belimbing bisa menghasilkan antara 100 – 150 buah. Sedang pada usia 4 dan selanjutnya, 1 pohon belimbing bisa menghasilkan 200 – 500 buah bahkan lebih.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Menurut pria bersahaja ini, budidaya belimbing sangat menguntungkan, apalagi dengan menggunakan pupuk organik. Karena biayanya lebih murah dengan hasil yang berkualitas tentunya. “jadi belimbing Dewa dewi organik memiliki beberapa kelebihan diantaranya kandungan air lebih tinggi daripada belimbing-belimbing lain, sehingga lebih tahan lama. Dalam ruangan sejuk, belimbing ini mampu mempertahankan kesegarannya hingga satu minggu, sedangkan yang lain hanya bertahan 2 atau 3 hari, “katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Analisis Usaha Budidaya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Potensi produksi buah belimbing yang ditanam dikebun secara permanen dan dipelihara intensif, dengan jarak tanam antara 6&#215;6 m, bila populasi tanaman belimbing per hektar antara 250 – 400 pohon dengan potensi produktivitas 150 – 300 buah/pohon/tahun, dan berat per buah rata-rata 160 gram, maka dapat dihasilkan/tingkat produksi per hektar mencapai 6 – 19 ton buah belimbing.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Pada panen raya harga belimbing rata-rata mencapai Rp 5.000,- per kg. Maka kita dapat menghitung berapa rupiah besar penghasilan yang didapat dalam 1 hektar per tahun. Tentunya setelah dikurangi biaya-biaya produksi yang dikeluarkan, seperti pembibitan, pemeliharaan, pemupukan, panen/pascapanen, dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Prospek pemasaran belimbing didalam negeri diperkirakan makin baik. Hal ini antara lain disebabkan oleh pertambahan jumlah penduduk<span>  </span>dan semakin banyaknya konsumen menyadari pentingnya kecukupan gizi dari buah buahan. Maka untuk mencapai kecukupan gzi yang sesuai dengan anjuran FAO menargetkan rata-rata 60 kg per kapita per tahun.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Salah satu jenis buah potensial yang mudah dibudidayakan untuk mendukung pencapaian target tersebut adalah belimbing. Perkiraan permintaan setiap tahun semakin meningkat, peningkatan permintaan tersebut adalah sebesar 6,1 % tahun (1995 – 2000), 6,5 %/tahun (2000-2005), 6,8%tahun (2005 – 2010), dan mencapai 8, 9 %/tahun (2010 – 2015)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Jelaslah bahwa prospek usaha tani (agribisnis) belimbing amat cerah bila dikelola secara intensif dan komersial, baik dalam bentuk kultur perkebunan, pekarangan, maupun tabulampot secara organik.(A) <span> </span><span>   </span><span> </span><span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/news/belimbing-dewa-organik-depok-pilihan-usaha.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pertanian Organik Solusi Kelangkaan Pupuk</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/news/pertanian-organik-solusi-kelangkaan-pupuk-2.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/news/pertanian-organik-solusi-kelangkaan-pupuk-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/news/pertanian-organik-solusi-kelangkaan-pupuk-2.html</guid>
		<description><![CDATA[
Kelangkaan pupuk dibeberapa daerah sentral produksi diseluruh Indonesia, dapat berimplikasi serius terhadap ketahanan pangan nasional. Kelangkaan pupuk bersubsidi ini, mengdongkrak harga pupuk dipasaran,khususnya pupuk urea,jauh diatas harga eceran tertinggi (HET) yang di tetapkan pemerintah.lalu,bagaimana dengan pertanian organic?
Lepas dari permainan distribusi atau oknum tertentu yang mencari keuntungan ,sadar atau tidak sadar salah satu kelangkaan pupuk oleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Kelangkaan pupuk dibeberapa daerah sentral produksi diseluruh Indonesia, dapat berimplikasi serius terhadap ketahanan pangan nasional. Kelangkaan pupuk bersubsidi ini, mengdongkrak harga pupuk dipasaran,khususnya pupuk urea,jauh diatas harga eceran tertinggi (HET) yang di tetapkan pemerintah.lalu,bagaimana dengan pertanian organic?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Lepas dari permainan distribusi atau oknum tertentu yang mencari keuntungan ,sadar atau tidak sadar salah satu kelangkaan pupuk oleh petani yang terus meningkat. Selama ini, jumlah alokasi pupuk disuatu daerah didasarkan pada rekomendasi pemupukan urea untuk padi 250 Kg/ha,jagung 400 Kg/ha . jagung hingga 600-1000Kg/ha.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Jumlah alokasi pupuk dari awal sudah tidak berimbang.subsidi yang diberikan pemerintah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pupuk yang diajukan derah. Karena itulah Indonesia sedang menghadapi ancaman penurunan produksi padi,terutama tingkat mikro petani dan lokalitas produksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Sedikit saja akses factor produksi penting tersebut gangguan,ancaman terhadap penurunan produksi pertanian amatlah besar. Suka atatu tidak suka ,kini pupuk kimia,terutama yang berbahan baku nitrogen (urea) dan fosfat (SP-36/TSP), sangat dibutuhkan petani.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Kerisauan terhadap produktivitas padi cukup beralasan mengingat selama ini, kondisi lahan sawah sudah manja dengan praktek pemberian pupuk organic dengan dosis yang terkendalikan.akibatnya,jika dalam sekali musim tanam kurang dosis<span>  </span>apalagi tidak di pupuk, maka produksi bakal turun drastic.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Sekarang ini ,masyarakat petani melakukan unjuk rasa akibat kelangkaan pupuk. Mereka hidup dari pertanian dan menghandalkan hasil pertanian .bisa dirasakan ,ada pergeseran gisi atau cara pandang dalam hubungan manusia dengan tanah, hasil pertanian dan produksi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Pada masa repolusi hijau terkesan pertanian merupakan kegiatan mengeksploitasi lahan dengan menghasilkan kebutuhan manusia sebanyak-banyaknya dengan masukan input kimia yang diperlukan tanaman. Tepatnya,lebih kearah eksploitatif agar tanah dengan sedikit input menghasilkan produk sebanyak-banyaknya. Dampaknya bisa dirasakan sekarang, tanah yang merekah,(pecah-pecah) dimusim kemarau dan musim hujan tak mampu menyerap air sehingga menyebabkan banjir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><strong><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Pertanian Organik </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">System pertanian organic sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi petani, tetapi karena pola pikir dan serba ‘instan’ , system pertanian organic hanya dijadikan semboyan saja.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Seperti dikatakan menteri pertanian Anton Apriyantono,tidak jarang pertanian organic dipahami secara teknis bertani yang menolak asupan kimiawi atau sebagai budidaya pertanian yang anti modernisasi .bahkan disamakan dengan pertanian tradisional. Padahal,pertanian organic bukan sekedar teknik atau metode bertani tetapi cara pandang ,system nilai, sikap dan keyakinan hidup.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Padahal,penggunaan pupuk organic,memberi nilai tambah tersendiri. Tak bergantung dengan pupuk kimia, dapat meningkatkan produksi tanpa harus meningkatkan dosis pupuk setiap musim tanamnya, padi atau beras organic lebi sehat,karena itu bisa dihargai lebih tinggi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Pertanian organic pada dasarnya adalah system bertani dengan menggantungkan pada kearifan alam untuk mengendalikan populasi makhluk hidup dan menyediakn hara untuk pertumbuhan tanaman. Artinya dengan memperkaya tanah dengan berbagai nutrisi dan mikroorganisme sebagai akibatnya ,akan memberikan produk pertanian yang lebih banyak,katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Sementara itu ketua masyarakat pertanian organic Indonesia (maporina) aenal sudjais manilai,pertanian organic dapat dijadikan alternatif pilihan dalam upaya mengatasi kelangkaan pupuk dan ketergantungan petani terhadap input pertanian dari luar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Karena itu, model pertanian organic ini haus terus dikembangkan dan didukung.sebab system ini telah diakui dunia sebagai pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan .secara umum model pertanian ini secara teknik tepat ,secara ekonomi dapat berkembang,secara kultur yang dapat diterima ,dan berdasarkan sains yang holistic.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">System ini juga, dapat menjawab keprihatinan terhadap timbulnya berbagai masalah pada sebagaian lahan pertanian. “ kita semua tahu, akibat menggunakan pupuk non organic dan perstisida kimia yang berlebihan, mengakibatkan terjadinya degradasi lahan pertanian “ katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Selain itu semboyan “ kembali ke alam” agaknya harus gencar disosialisasikan kepada petani terutama dalam menggalakkan penggunaan pupuk organic berupa pupuk kandang,jerami,sampah,pupuk hijau dengan sentuhan teknologi pengomposan cepat (bokashi) .pupuk organic diyakini dapat memperbaiki setruktur dan tekstur tanah sawah yang cendrung semakin rusak akibat pemupukan terus menerus dengan pupuk kimia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'" lang="IN">Namun inipun akan terhadang kendala dilapangan, karena untuk menghasilkan 1 ton pupuk organic saja tidaklah mudah,sementara selama ini pertanian sudah terbiasa menggunakan pupuk produk pabrik yang tingkat respon serapan oleh tanaman relatif cepat. Tapi bagaimanapun wacana harus dimulai dari sekarang ,sebab kelangkaan pupuk terutama pupuk bersubsidi terjadi setiap wkatu disaat petani membutuhkan.(A)<span>       </span></span><span style="font-size: 12pt; line-height: 150%; font-family: 'Times New Roman'"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height: 150%">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/news/pertanian-organik-solusi-kelangkaan-pupuk-2.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>EM4 Permudah Pengolahan Sampah Organik</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/news/em4-permudah-pengolahan-sampah-organik.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/news/em4-permudah-pengolahan-sampah-organik.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:44:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/news/em4-permudah-pengolahan-sampah-organik.html</guid>
		<description><![CDATA[
EM4 sangat dipercaya dalam mengolah sampah rumah tangga, karena disamping murah, efektif, cepat dan ramah lingkungan.
Setidaknya ini pengakuan beberapa warga masyarakat dalam sosialisasi sampah rumah tangga di lingkungan RT/RW baik ketika sosialisasi di kecamatan Sukolilo Surabaya jawa Timur dan berbagai sosialisasi sampah rumah tangga di Jakarta di kota-kota besar lainnya.
Menurut seorang warga yang aktif dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">EM4 sangat dipercaya dalam mengolah sampah rumah tangga, karena disamping murah, efektif, cepat dan ramah lingkungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Setidaknya ini pengakuan beberapa warga masyarakat dalam sosialisasi sampah rumah tangga di lingkungan RT/RW baik ketika sosialisasi di kecamatan Sukolilo Surabaya jawa Timur dan berbagai sosialisasi sampah rumah tangga di Jakarta di kota-kota besar lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Menurut seorang warga yang aktif dalam mengolah sampah mengatakan, memproses sampah menjadi kompos merupakan langkah yang paling positif, apalagi menggunakan teknologi EM4 pengolahan limbah dalam proses penguraiannya, walhasil lebih cepat, lebih efektif dan ramah lingkungan. “kami memang mempercayakan EM4 sebagai bahan pengurai yang sangat efektif dalam mebuat kompos, karena disamping murah, dan ramah lingkungan, kompos atau bokashi yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik, “ kata Hadi, warga Sukolilo Surabaya ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Begitu juga dikatakan Mukri yang hadir dalam sosialisasi pada program Bintaroku Peduli, majalah trubus dan PT. Songgolangit Persada Cabang Jakarta, membuat bokashi dengan EM 4 lebih efektif, karena tidak memakan tempat dan dilakukan secara cepat. “dengan teknologi ini saya rasa masyarakat akan lebih terdorong dalam upaya mencari solusi menanggulangi sampah yang akhir-akhir ini meresahkan warga karena menimbulkan bau yang tidak sedap,” katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Menurut Mukri seorang warga yang peduli dengan lingkungan dari kecamatan Bintaro ini, telah mempraktekkan mendaur ulang sampah menjadi kompos dan berbagai barang-barang-barang bermanfaat lainnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">“Di lingkungan kami, warga juga telah memakai dua tong sampah yang berbeda, yakni tong sampah untuk bahan organik dan anorganik. Dengan pemisahan tempat pembuangan ini, maka pengelolaan sampah baik dirumah maupun di tempat pembuangan akhir akan lebih mudah,”katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Sampah organik bisa dimanfaatkan untuk kompos, sedangkan sampah nonorganik bisa dimanfaatkan untuk didaur ualng menjadi berbagai macam barang. Misalnya, Mukri membuat topi dari kantong plastik bekas pembungkus makanan, sedotan untuk bunga dan taplak meja, dan kantong plastik bekas detergen atau pelembut pakaian untuk tempat sepatu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Kami menyiapakan satu tong plastik untuk menampung sampah organik satu RT. Sejak dari rumah, warga telah memisahkan sampah hijau. Sampah itu lalu disetor ke ting yang besar. Jadi, tidak perlu setiap rumah memiliki tong plastik sendiri untuk membuat kompos,” katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Memang dalam memanfaatkan dan mendaur ulang sampah menjadi bahan-bahan lain yang bernilai ekonomis, diperlukan perencanaan yang konseptual, menyeluruh dan penanganan dengan menggunakan teknologi yang memadai, misalnya menggunakan bioaktivator seperti effektive mikroorganism(EM4).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">EM4 dikembangkan oleh Profesor Teruo Higa dari Jepang. Dai adalah Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Ryuku di Okinawa, Jepang. Di Indonesia, teknologi EM dikembangkan oleh Ir. GN Wididana M.Agr atau yang akrab dipanggil pak Oles.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">EM4 pengolahan limbah merupakan kultur EM dalam medium cair berwarna coklat kekuning-kuningan dengan konsep mutakhir dalam bidang Mikrobiology daur ulang limbah untuk memfermentasi limbah organik cair dan padat secara efektif. Sedang EM4 pengolahan Limbah ini adalah mempercepat proses penguraian limbah organik cair maupun padat, menekan bau yang tidak sedap (H2S dan NH3), menurunkan kadar BOD dan COD, menekan perkembangan mikroorganisme pathogen dan dapat digunakan untuk mendaur ulang limbah organik menjadi kompos atau bokashi EM4 sering digunakan sebagai bioaktivator dalam pembuatan pupuk kompos padat dan juga untuk mengolah limbah cair.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Lalu bagaimana membuat kompos atau bokashi dari sampah rumah tangga? Sampah yang bisa dijadikan kompos adalah sampah apa saja yang berasal dari rumah tangga yang bersifat organik seperti potongan sayuran bayam, kangkung, singkong, jagung, dan sayuran basi, sampah daun-daunan pekarangan rumah dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Sebelum dijadikan bokashi, sampah harus dipisahkan antara yang organik dan nonorganik seperti sampah plastik, kardus, kertas, bekas minyak, oli air sabun, dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Untuk membuat kompos atau bokashi skala rumah tangga diperlukan ember plastik atau drum plastik. Apakah itu bekas kaleng cat yang berdiameter 30 cm, atau yang baru, pokonya wadah yang ada tutupnya. Dibagian bawah dalam tong tersebut diberi tutup panci atau saringan dari bahan yang tidak mudah karat, yang berfungsi untuk memisahkan bokashi padat dengan air lindinya yang nantinya akan membentuk menjadi bokashi cair atau pupuk cair.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Setelah tong atau ember siap, sampah hijau berupa sisa sayuran, buah, potongan rumput, daun segar, dan sebagainya bisa dimasukkan. Sebaiknya sampah hijau ini dicincang dulu, atau dirilis kecil-kecil agar mempercepat proses fermentasi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Untuk menambah mutu nutrisi kompos yang dihasilakan bisa juga dicampur serbuk gergaji, sekam, kotoran ternak dan dedak. Bahan-bahan tambahan ini memakai perbandingan 1:1, diaduk dengan bahan kompos tadi, kemudian disemprotkan larutan EM4 (effective Microorganisme) yang suda dicampur dengan molase atau larutan gula merah, bisa juga gula putih. Pembutan kompos bisa dilakukan sekaligus, atau selapis demi selapis. Misalnya setiap dua hari ditambah sampah yang baru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Kapasitas komposter ini sekitar 5 – 20 kg. Untuk sekali pengolahan, komposter bisa menghasilakan kompos sebanyak 5 – 10 kg, tergantung besar kecilnya komposter tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Komposter ini cocok untuk disimpan di halaman belakng ataupun digudang. Nah, komposnya bisa langsung dipergunakan untuk pupuk tanaman disekitar rumah dan pupuk cairnya (air lindinya) bisa juga dipakai untuk memupuk tanaman tetapi dicampurkan air terlebih dahulu. “mudahkan mengolah sampah rumah tangga dengan EM4.”(A)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/news/em4-permudah-pengolahan-sampah-organik.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Mudahnya Beternak Sapi Dengan EM4</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/testimoni/mudahnya-beternak-sapi-dengan-em4.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/testimoni/mudahnya-beternak-sapi-dengan-em4.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:43:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/testimoni/mudahnya-beternak-sapi-dengan-em4.html</guid>
		<description><![CDATA[
Banyak manfaat beternak sapi dengan menggunakan teknologi EM4, selain mudah merawatnya, hemat pakan, ternak tak mudah terserang penyakit, serta ramah lingkungan, terpenting peternak bisa menjual ternak dengan harga mahal karena ternak memiliki bobot tubuh yang besar.
“Jangankan bau, lalat saja sulit dicari,” kata Azhari, dirinya enjoy beternak sapi, karena masih bisa mengerjakan pekerjaan lain, seperti berkebun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Banyak manfaat beternak sapi dengan menggunakan teknologi EM4, selain mudah merawatnya, hemat pakan, ternak tak mudah terserang penyakit, serta ramah lingkungan, terpenting peternak bisa menjual ternak dengan harga mahal karena ternak memiliki bobot tubuh yang besar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">“Jangankan bau, lalat saja sulit dicari,” kata Azhari, dirinya enjoy beternak sapi, karena masih bisa mengerjakan pekerjaan lain, seperti berkebun dan bertani.” Kebutuhan pupuk bokashi, bisa langsung dimanfaatkan untuk pertanian dari hasil beternak sapi ini,”katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Memang di akui Azhari, EM4 membuat ternak lebih sehat dan gemuk. Produksi susunya lebih meningkat (sapi perah), biaya produksi dan perawatan bisa ditekan. Dapat mengatasi masalah lingkungan (limbah tidak berbau) dan menghasilkan pupuk kandang berkualitas. (bokashi).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Tak dipungkiri, penggunaan EM4 untuk ternak sapi lebih menguntungkan dan banyak memberikan manfaat khususnya bagi kesehatan ternak. Walhasil, dengan keunggulan menggunakan EM4, ternak Ashari menjadi percontohan bagi masyarakat sekitar yang ingin menggunakan teknologi EM4 ini. Bahkan, karena sapinya yang sehat dan gemuk, ternaknya diperlombakan ditingkat kecamatan Bangbulan Garut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">EM4 peternakan merupakan kultur EM4 dalam medium cair berwarna coklat kekuning-kunigan yang menguntungkan untuk pertumbuhan dan produksi ternak dengan ciri-ciri berbau asam manis. EM4 peternakan mampu memperbaiki jasad renik didalam saluran pencernaan ternak sehingga kesehatan ternak akan meningkat, tidak mudah stress dan bau kotoran akan berkurang. Pemberian EM4 peternakan pada pakan dan minuman ternak, akan meningkatkan nafsu makan karena aroma asam manis yang ditimbulkan. EM4 peternakan tidak mengandung bahan kimia sehingga aman bagi ternak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Memang Ashari merasakan betul manfaat setelah menggunakan EM4. menurutnya sebelum menggunakan EM4, biaya perawatan cukup tinggi karena mencari pakannya setiap hari. Belum lagi biaya tenaga kerjanya. Untuk satu ekor saja kebutuhan pakan bisa mencapai 10 – 20 kg sehari. Dan pertumbuhan sapi-nyapun lamban, biasanya 6 bulan ke atas pertumbuhannya baru bisa kelihatan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Disamping itu belum menggunakan EM, ternak sering terkena penyakit seperti cacingan, mencret-mencret serta gatal-gatal. Karena pengaruh bau kotoran sehingga mengundang hama dan lalat untuk datang ke kandang tersebut. Namun sejak menggunakan EM-4 beternak sapi menjadi sesuatu yang menyenangkan dan tidak memakan waktu untuk pemberian pakan. Pertumbuhan sangat cepat, 3 bulan saja sapi sudah gemuk, kandang tidak berbau dan hasil produksi susunya lebih meningkat dan aroma susunya tidak berbau amis.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">“orang-orang disini banyak yang beternak sapi dan merek sepertinya kewalahan mengurusinya karena harus mencari pakan setiap hari dan biaya yang tinggi, sedang saya beternak sapi menjadi sesuatu yang menyenangkan, tidak membutuhkan waktu banyak untuk mencari pakan dan biaya produksi sangat minim sehingga saya masih bisa mengerjakan pekerjaan lain seperti bercocok tanam dan lain sebagainya. Kuncinya itu cukup dengan menggunakan teknologi Effektif Microorganisme (EM4),”katanya Ashari.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Menurut Azhari, ia hanya mencari pakan sekali dalam waktu 6 bulan (semusim). Jadi satu musim panen itu, jerami-jerami sisa-sisa pertanian yang dibuang petani dikumpulkan dan di fermentasi sehingga pakan tersebut awet unutuk waktu lama. “asal kita punya tong-tong yang banyak untuk tempat fermentasi untuk stok satu tahun bisa dan pakan yang sudah di fermentasi itu semakin lama semakin harum sehingga ternakpun akan semakin suka memakannya.” Katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Sedang caranya, intik pembuatan 1000 kg persiapkan persiapkan dulu alat-alat untuk fermentasi seperti tong plastik, bak semen, kantong plastik, ember, alat cingcang (golok) dan hand spayer. Sedang bahan-bahan yang dibutuhkan EM4 sebanyak 1 liter, molase atau gula merah : 0.5 Kg, air : 100 lt, dedak halus : 10% dari bahan dan rumput atau jerami 1000 kg.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Cara membuatnya, larutkan cairan EM4 sebanyak 1 liter dan larutkan gula merah yang telah diencerkan ke dalam tong plastik yang berisi air 100 liter. Lalu aduk kemudian diamkan selama dua hari sampai mengeluarkan aroma nira atau wedang. Ambilah campuran bahan baku pakan (jerami, rumput) sebanyak 1000 kg yang telah dicincang (5-10 cm) dan turunkan kadar airnya atau layukan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Taburkan dedak lalu semprotkan larutan EM4 dengan hand spayer sambil aduk-aduk sampai rata dengan kadar air 30%. Jika sudah rata masukkan bahan dalam wadah atau tempat fermentasi padatkan dengan gacok sampai betul-betul padat lalu tutup rapat jangan sampai ada udara masuk atau hampa udara selama 5 hari. Maka itu pakan bisa digunakan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Dengan proses fermentasi ini biaya pakan menurut Ashari sangat irit yakni sekitar Rp. 5000 perhari dengan rincian jerami bisa dihargai 100 rupiah perkilo, biaya pembuatan hanya 50 rupiah perhari jadi untuk pakan hanya 150 perkilo. Kalau sehari satu sapi makan 20 kilo maka biayanya 3000 rupiah. Sedang yang seribu rupiah untuk biaya makanan penguat seperti dedak, ampas tahu dan lain-lain dan 1000 lagi untuk biaya perawatan. Maka kalau ditotal sekitar 5000 rupiah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">“sedang saya menjual susu sisa konsumsi keluarga saya sehari 10 liter x Rp 3000 / liter = Rp 30.000 perhari. Kalau dipotong biaya produksi Rp. 5000 jadi tinggal 25.000 rupiah. Dan ternyata saya juga masih mendapat keuntungan dengan memanfaatkan kotoran sapi menjadi bokashi untuk tanaman,”jelasnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Dengan aplikasi EM4 pada ternak dengan keuntungan diatas, Ashari dapat memberikan ilmunya kepada peternak lain.”ya saya juga memberikan penyuluhan ke peternak lain di pesantren-pesantren bagaimana aplikasi EM4 untuk ternak ini dan masyarakat menyambut baik usaha saya ini dan bahkan mereka dapat melihat langsung ternak saya sehingga mereka benar-benar yakin akan keunggulan dari EM4 dari PT. Songgolangit Persada,” katanya bangga. (A)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/testimoni/mudahnya-beternak-sapi-dengan-em4.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Cabai Rimbun Berkat EM4</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/testimoni/cabai-rimbun-berkat-em4.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/testimoni/cabai-rimbun-berkat-em4.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:43:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/testimoni/cabai-rimbun-berkat-em4.html</guid>
		<description><![CDATA[
Memang budidaya cabai dihadapakan dengan berbagai masalah dan resiko, terutama serangan hama dan penyakit. EM4 berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas dan kualitas.
Budidaya cabai dengan teknologi EM4, cukup mendapat respon masyarakat Desa Sudimoro, kec. Sudimulyo, Kab. Candimulyo Magelang Jawa tengah. Setidaknya EM4 menjadi rujukan para petani di desa tersebut.
Seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Memang budidaya cabai dihadapakan dengan berbagai masalah dan resiko, terutama serangan hama dan penyakit. EM4 berupaya membantu penyelesaian masalah tersebut, agar terjadi peningkatan produksi cabai secara kuantitas dan kualitas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Budidaya cabai dengan teknologi EM4, cukup mendapat respon masyarakat Desa Sudimoro, kec. Sudimulyo, Kab. Candimulyo Magelang Jawa tengah. Setidaknya EM4 menjadi rujukan para petani di desa tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Seperti dikatakan Bandi (50) yang bertanam cabang dengan teknologi EM4, sebenarnya masyarakat sudah tidak asing lagi dengan teknologi fermentasi asal jepang ini. Namun untuk merubah kebiasaan petani yang selalu menggunakan pupuk kimia, sangat sukar sekali. “mudah-mudahan dengan demplot tanaman dilahan saya ini, petani lebih yakin dengan manfaat EM4 bagi pertanian,”katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Memang kalau diamati demplot EM4 tanaman cabai milik bandi ini, cukup melegakan hati. Pasalnya, cabai yang sudah siap panen cukup besar-benar dan hasilnya cukup berlimpah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Padahal tanaman cabai di luas tanah seluas 300 m2 ini. Di musim hujan seperti sekarang ini sangat riskan sekali. Pasalnya, selain buah cabai bisa rontok, juga mudah terserang hama buah. Namun demplot dengan teknologi EM4 ini, tetap baik dan segar-segar.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">“dengan keberhasilan demplot ini biasanya petani akan merespon dan mau menggunakan teknologi ini, karena petani langsung melihat hasilnya. Sekaligus bisa belajar langsung, bagaimana EM4 di aplikasikan pada tanaman cabe tersebut,” katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Selain budidaya cabai, bandi juga membudidaya jenis sayuran lainnya seperti tomat, kacang pancang, timun dan lain-lain. Sedang untuk media tanaman menggunakan bokashi kotaku dan setiap satu minggu sekali disemprotkan dengan pupuk cair EM4 selama masa penanaman. (A)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/testimoni/cabai-rimbun-berkat-em4.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>PT. Lembu Jantan Perkasa  (LJP) Adopsi Teknologi EM4</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/testimoni/pt-lembu-jantan-perkasa-ljp-adopsi-teknologi-em4.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/testimoni/pt-lembu-jantan-perkasa-ljp-adopsi-teknologi-em4.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:42:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/testimoni/pt-lembu-jantan-perkasa-ljp-adopsi-teknologi-em4.html</guid>
		<description><![CDATA[
PT. Lembu Jantan Perkasa (LJP), yang merupakan sebuah peternakan penggemukan Sapi dan pembibitan sapi potong di Jalan Raya Serang Pandenglang, Desa Sindang Serang banten ini, mengadopsi teknologi EM4 untuk menjaga kesehatan ternaknya. Teknologi EM4 memang sangat efektif dalam menjaga kesehatan ternak dalam menyeimbangkan mikroorganisme di dalam perut ternak.
Seperti dikatakan Usman salah satu karyawan PT. Lembu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>    <w:UseFELayout/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">PT. Lembu Jantan Perkasa (LJP), yang merupakan sebuah peternakan penggemukan Sapi dan pembibitan sapi potong di Jalan Raya Serang Pandenglang, Desa Sindang Serang banten ini, mengadopsi teknologi EM4 untuk menjaga kesehatan ternaknya. Teknologi EM4 memang sangat efektif dalam menjaga kesehatan ternak dalam menyeimbangkan <em>mikroorganisme </em>di dalam perut ternak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Seperti dikatakan Usman salah satu karyawan PT. Lembu Jantan Perkasa, dipeternakan ini EM4 dipergunakan untuk campuran air minum ternak dan menfermentasi pakan alami sehingga ternak yang sekarang mencapai 4000 ekor ini lebih sehat dan cepat gemuk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Selain itu, EM4 juga dipergunakan untuk sanitasi dan pembuatan bokashi pupuk kandang. “jumlah kotoran sapi perharian cukup banyak bisa mencapai 4000 ton perhari. Kalau tidak ditritmen dengan baik, tidak menjadi sesuatu yang berharga.,”katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Biasanya kata herman, kotoran sapi dikarungkan. Harga perkarung sangat murah sekali hanya 2000-3000 rupiah perkarung. Dengan ditritmen dengan baik menggunakan EM4 akan menjadi pupuk kandang organik bermutu tinggi. Dan harganya bisa lebih ekonomis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Memang PT. Lembu jantan Perkasa Serang Banten, merupakan peternakan yang cukup besar dikawasan Banten. Perbulan mampu menghasilakn anakan sapi (pedet) sebanyak minimal 70 ekor. Hasil produksi pembibitan di PT Lembu Jantan Perkasa ini, berupa induk sapi bunting yang dijual ke peternakan di berbagai daerah. Seperti Sumatera Barat, Pacitan, malang dan lain-lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Asal sapi dari australia, namun tak perlu khwatir sapi induk dari PT. Lembu Jantan Perkasa relatif jinak karena telah lama mengalami proses adaptasi iklim dan pakan. Daya reproduksinya tinggi dan produksi air susunya cukup untuk anaknya. Dengan demikian, ketika sapi indukan didistribusikan ke peternak, mereka tidak mengalami kesulitan dalam menanganinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Aktivitas pembibitan itu sendiri hanya dilakukan diareal seluas 7 ha total lahan sekitar 25 ha, baru sepertiga yang efektif digunakan untuk kandang, kantor, gudang dan jalan baru. Sisanya secara bertahap akan ditanami tanaman sebagai sumber pakan. (<strong>Dedy Priyono) </strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN"> </span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/testimoni/pt-lembu-jantan-perkasa-ljp-adopsi-teknologi-em4.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Paprika Berbuah Lebat dengan EM4</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/testimoni/paprika-berbuah-lebat-dengan-em4.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/testimoni/paprika-berbuah-lebat-dengan-em4.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:41:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/testimoni/paprika-berbuah-lebat-dengan-em4.html</guid>
		<description><![CDATA[
Konsep greenhouse untuk budidaya paprika dengan teknologi EM4, menghasilkan paprika yang berbuah lebat.
Konsep greenhouse atau hydroponik yang baru dicoba kepala Desa (perbekal) di Bali, Kadek Budiartawan ini, memberikan hasil yang memuaskan. “konsep ini saya tujukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas agar masyarakat jangan terpaku pada pupuk kimia. Dengan bahan baku, media tanam dan perawatan menggunakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>    <w:UseFELayout/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Konsep <em>greenhouse</em> untuk budidaya paprika dengan teknologi EM4, menghasilkan paprika yang berbuah lebat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Konsep <em>greenhouse</em> atau <em>hydroponik </em>yang baru dicoba kepala Desa (perbekal) di Bali, Kadek Budiartawan ini, memberikan hasil yang memuaskan. “konsep ini saya tujukan untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas agar masyarakat jangan terpaku pada pupuk kimia. Dengan bahan baku, media tanam dan perawatan menggunakan bahan organik yang ramah lingkungan, paprika diatas lahan 4 are sebanyak 1700 <em>polybag,</em> bisa berbuah lebat,”katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Menurut Budiartawan, budidaya tanaman paprika dalam <em>sistem hydroponik</em> bisa memberikan hasil yang lebih baik. Baik segi kualitas maupun kuantitas. Apalagi dengan teknologi EM4. “bakteri aktif yang ada di EM4 ikut membantu dalam memfermentasi urine sapi yang digunakan untuk nutrisi tanaman paprika. Dalam kurun waktu tujuh bulan berjalan, sudah empat kali panen,”katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Selain buahnya besar-besar, produksi buah paprika terus melimpah jumlahnya. Satu minggu sekali sudah bisa panen dengan hasil sebanyak 300-350 kg buah paprika. Satu kilo bisa berisi 3-4 butir buah paprika, dengan harga berkisar antara 15.000 hingga 30.000 rupiah. “tak hanya itu, kualitas produksi juga lebih baik, hal ini dapat dilihat pada penampilan luar buah paprika yang mengkilap dan mulus,”ungkap Budiartawan sembari tersenyum.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Market atau pasar yang dituju dari hasil produksi paprika ini sudah ada yang mengontrak. Setiap kali panen sudah ada pengepul yang datang untuk mengambil hasil panennya. Buah paprika ini memang tidak semua orang mengkonsumsinya. Sehingga sebagian besar dijual ke swalayan, hotel dan juga restaurant.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Keberhasilan dalam menerapkan pertanian tanaman pangan berbasis parawisata ini, diharapkan dapat menjadi contoh bagi para petani sekitar. “ setidaknya petani bisa mendapatkan sedikit keuntungan dengan pesatnya perkembangan dunia pariwisata di Bali,” pungkas Budiartawan penuh harap<strong>. (Wayan Nita)</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/testimoni/paprika-berbuah-lebat-dengan-em4.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dengan EM4 Padi Lebih Subur</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/testimoni/dengan-em4-padi-lebih-subur.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/testimoni/dengan-em4-padi-lebih-subur.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:41:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Testimoni]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/testimoni/dengan-em4-padi-lebih-subur.html</guid>
		<description><![CDATA[
Bukan sekedar omongan belaka, tapi bukti nyata, budidaya padi dengan menggunakan EM4 menghasilkan pertumbuhan padi yang cukup prima (lebih subur) dan tahan terhadap serangan penyakit.
Seperti diakui Aji di Desa Lundengan, Kecamatan Wuluan, Jember Jawa Timur, padi milik pak kunto yang dirawatnya seluas 9 hektar lebih subur dibandingkan dengan padi yang hanya menggunakan pupuk kimia. Memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>    <w:UseFELayout/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Bukan sekedar omongan belaka, tapi bukti nyata, budidaya padi dengan menggunakan EM4 menghasilkan pertumbuhan padi yang cukup prima (lebih subur) dan tahan terhadap serangan penyakit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Seperti diakui Aji di Desa Lundengan, Kecamatan Wuluan, Jember Jawa Timur, padi milik pak kunto yang dirawatnya seluas 9 hektar lebih subur dibandingkan dengan padi yang hanya menggunakan pupuk kimia. Memang diakui, budidaya padi masih menggunakan sistem semi organik, belum seratus persen organik. Namun dengan sistem semi organik, sudah dapat menghemat pupuk kimia sebanyak 50 persen. “dosis kimia akan terus dikurangi, tergantung materi organik yang diberikan sehingga kami harapkan dimusim-musim tanam kedepan bisa full organik,” katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Menurut Aji, penggunaan area per hektar bisa mencapai 200 kg atau sama dengan 3 – 4 kwintal. TSP sekitar 50 kg, dan KCL sekitar 50 kg. “dengan menggunakan EM4, pupuk urea bisa hanya 50 kg, TSP hanya 25 kg dan KCL hanya 25 kg. Dan EM4 hanya membutuhkan sekitar 6 – 8 liter saja dalam satu musim tanam selama 3 bulan dalam satu hektar,“ katanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Memang EM4 mampu menyuburkan tanaman, hal ini disebabkan karena EM4 tanah dapat meningkatkan ketersediaan kandungan nutrisi yang dapat diserap oleh perakaran tanaman. “yang jelas, EM4 itu mampu memperbaiki struktur dan tekstur tanah persawahan sehingga tanaman padi bertambah subur dan mampu meningkatkan produktifitas,” kata Ali marketing PT. Songgolangit cabang surabaya. <strong>(A)</strong></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/testimoni/dengan-em4-padi-lebih-subur.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Afrika Selatan Usung EM Untuk Pertanian</title>
		<link>http://www.em4indonesia.com/csr/afrika-selatan-usung-em-untuk-pertanian.html</link>
		<comments>http://www.em4indonesia.com/csr/afrika-selatan-usung-em-untuk-pertanian.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Aug 2011 06:41:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>SAMA WINAYA</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[CSR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.em4indonesia.com/csr/afrika-selatan-usung-em-untuk-pertanian.html</guid>
		<description><![CDATA[
Propinsi Lesotho di Afrika selatan saat ini konsen menggunakan teknologi EM yang terbukti sangat ramah lingkungan. Teknologi EM dipergunakan di Propinsi Lesotho unutuk meningkatkan produktifitas terutama untuk para petani yang memiliki luas tanah sedikit.
Program pertanian ramah lingkungan ini dimulai dengan mentritmen kawasan pertanian di desa Sefikeng yang terkenal tandus. Dengan teknologi EM4 diharapkan pertanian dikawasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:WordDocument>   <w:View>Normal</w:View>   <w:Zoom>0</w:Zoom>   <w:PunctuationKerning/>   <w:ValidateAgainstSchemas/>   <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid>   <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent>   <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText>   <w:Compatibility>    <w:BreakWrappedTables/>    <w:SnapToGridInCell/>    <w:WrapTextWithPunct/>    <w:UseAsianBreakRules/>    <w:DontGrowAutofit/>    <w:UseFELayout/>   </w:Compatibility>   <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel>  </w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml>  <w:LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156">  </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 10]></p>
<style>  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} </style>
<p> <![endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Propinsi Lesotho di Afrika selatan saat ini konsen menggunakan teknologi EM yang terbukti sangat ramah lingkungan. Teknologi EM dipergunakan di Propinsi Lesotho unutuk meningkatkan produktifitas terutama untuk para petani yang memiliki luas tanah sedikit.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Program pertanian ramah lingkungan ini dimulai dengan mentritmen kawasan pertanian di desa Sefikeng yang terkenal tandus. Dengan teknologi EM4 diharapkan pertanian dikawasan tersebut lebih subur. Tak hanya sekedar mentritmen tanah pertanian supaya subur, kepala produksi EMROSA yang memproduksi EM di afrika selatan , Mr. Noosi selikane juga melakukan sosialisasi kepada anggota parlemen (DPR) mengenai pentingnya pengelolaan managemen tanah sehingga tanah layak untuk menjadi lahan pertanian. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Sosialisasi yang dilakukan secara kontinyu oleh Noosi Selikane itu, ternyata cukup mendapat respon positif dari anggota parlemen. Sehingga anggota parlemen mulai mempergunakan EM untuk tanaman hias dipekarangan rumah serta, areal pertanian yang mereka miliki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Walhasil, dengan keberhasilan program ini, membuat menteri pertanian Lesotho, mengintruksikan untuk mempergunakan EM karena terbukti teknologi ini memberikan penghijauan serta meningkatkan produksi pertanian tanpa menganggu kesuburan tanah seperti menggunakan pupuk kimia. Apalagi pupuk kimia sangat mahal dipasaran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Tak sekedar intruksi, pemerintahan propinsi Lesotho juga mengumumkan bahwa menggunakan EM, merupakan kebijakan pemerintah. Dan keberhasilan penggunaan EM untuk pertanian juga mendapat respon, petani-petani diluar propinsi Lesotho yang juga berkeinginan mengadopsi pertanian organik dengan teknologi EM.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Keberhasilan penggunakan teknologi EM untuk pertanian seperti diutarakan petani cabai, dengan menggunaan EM peningkatan produktivitas mencapai 70 persen. Ini membuktikan penggunaan EM sangat efektif dalam bidang pertanian. Begitu juga dengan petanian sayuran lainnya seperti tomat, sawi dan dalam bidang perkebunan, dengan menyemprotkan EM pertumbuhan tanaman menjadi lebih baik, hasilnya produksi meningkat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Tak hanya untuk pertanian, dalam bidang peternakan, manfaat teknologi EM bisa dirasakan manfaatnya. Beberapa peternak ruminansia dan jenis unggas telah membuktikan keampuhan EM dalam menjaga dan melindungi ternak dari penyakit, mengurangi stress pada ternak, meningkatkan nafsu makan serta meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi ternak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%"><span lang="IN">Disamping teknologi EM sangat efektif dalam sanitasi sehingga mengurangi polusi pada kandang ternak dan lingkungan sekitar<strong>. (DOK.Apnan)</strong> <span> </span><span> </span><span> </span><span> </span><span> </span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.em4indonesia.com/csr/afrika-selatan-usung-em-untuk-pertanian.html/feed</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

