APNAN Meeting 2026: Teknologi EM untuk Dunia yang Lebih Baik
Selasa, 09 Juni 2026
419 x Dilihat
Foto : Delegasi APNAN MEETING 2026 berfoto bersama di Sanur, Bali
APNAN Meeting 2026 diselenggarakan di Bali sebagai forum internasional yang mempertemukan para produsen, dan pemimpin industri untuk berbagi pengalaman serta perkembangan terbaru mengenai teknologi Effective Microorganisms (EM). APNAN merupakan singkatan dari Asia Pacific Natural Agriculture Network, sebuah jaringan yang menghimpun berbagai organisasi, peneliti, praktisi, dan pelaku pertanian alami di kawasan Asia Pasifik untuk mendorong pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para peserta dari berbagai negara untuk memperkuat kerja sama dalam pengembangan pertanian berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi EM. Dalam pertemuan tersebut, delegasi dari India, New Zealand, Indonesia, Malaysia, dan Jepang mempresentasikan berbagai inovasi serta hasil penerapan teknologi EM di negara masing-masing yang telah memberikan manfaat bagi sektor pertanian dan lingkungan.
Berbagai materi yang disampaikan mencakup pengembangan biofertilizer, peningkatan kualitas tanah, pengolahan limbah organik, pengelolaan air limbah, serta strategi pembangunan pertanian yang lebih ramah lingkungan. Para peserta juga berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi sektor pertanian saat ini, termasuk perubahan iklim, degradasi lahan, serta kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, para delegasi mengikuti sesi presentasi, diskusi, dan kunjungan lapangan untuk memperdalam pemahaman mengenai penerapan teknologi EM di berbagai bidang. Kegiatan lapangan tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat secara langsung implementasi teknologi EM yang telah diterapkan di Bali dalam mendukung sistem pertanian yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.
Kawasan Jatiluwih di Kabupaten Tabanan menjadi salah satu lokasi yang diperkenalkan kepada para peserta sebagai contoh kawasan pertanian yang tetap mempertahankan nilai budaya dan kearifan lokal di tengah perkembangan pertanian modern. Kawasan Jatiluwih diakui oleh UNESCO sebagai Situs Warisan Budaya Dunia sejak 29 Juni 2012. Penetapan ini diberikan karena sistem irigasi tradisional Bali yang dikenal dengan nama Subak masih dilestarikan dan dijalankan secara turun-temurun di kawasan ini. Sistem Subak merupakan salah satu warisan budaya Bali yang mencerminkan keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan, sekaligus menjadi fondasi penting dalam keberlanjutan pertanian di Pulau Bali.
Melalui APNAN Meeting 2026, para peserta semakin memahami pentingnya kolaborasi internasional, inovasi teknologi, dan pelestarian budaya lokal dalam mewujudkan pertanian yang lebih sehat, produktif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.
Saksikan video selengkapnya di YouTube EM4 Indonesia Official dengan judul "APNAN Meeting 2026: Teknologi EM untuk Dunia yang Lebih Baik".
Pilih Yang Sudah Pasti EM4
Baca juga:
Delegasi APNAN 2026 Tinjau Pengembangan Padi Beras Merah Organik Dengan Teknologi EM4 di Jatiluwih
Bottom of Form
Berita Terkini
Terpopuler
Berita Terkait