EM4 Indonesia

Denpasar, Bali, Indonesia

Call: 0816574045

info@em4indonesia.com

Cipta karya sampah kita, Membuat Ecobrick dan Kompos Dengan EM4

Selasa, 28 Juli 2026

183 x Dilihat

EM4 Indonesia

Ecobrick adalah botol plastik bekas yang diisi padat dengan limbah anorganik seperti plastik untuk pembuatan blok bangunan seperti pagar kebun yang dapat digunakan kembali. Tujuan utama pembuatan ecobrick adalah untuk menimalisirkan sampah.

Kompos adalah salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukkan sisa-sisa bahan organik seperti dari sayur busuk dan serasah

Microbiology club mengadakan pelatihan tentang pembuatan ecobrick dari sampah anorganik dan kompos yang berasal dari sampak organik Pelatihan diadakan di kebun biologi fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Tujuan kegiatan ini adalah Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang). Perserta yang ikut adalah berasal dari prodi biologi dan didampingi oleh ibu kaprodi yaitu ibu Lina Rahmawati, M. Si., dan ibu Diannita Harahap, M. Si., serta fasilitatornya adalah Rosanti Apriyani dan Febby Yolanda Wulandari.

Kegiatan yang pertama, kami membuat ecobrick caranya sangat mudah yaitu siapkan botol plastik air mineral yang sudah dikeringkan agar sampah didalam botol tidak menimbulkan bau. Botol plastiknya digunakan bisa bervariasi. Hal yang paling penting adalah siapkan tongkat kayu yang keras untuk memasukkan sampah-sampah plastik kedalam botol supaya ecobrick benar-benar padat. Siapkan bungkus plastik, jemur bungkus kemasan plastik yang sudah terlebih dahulu dicuci dan dipotong sisi kiri-kanannya. Usahakan botol ecobrick padat agar nantinya tidak mudah patah atau penyok.

Kegiatan yang kedua adalah membuat kompos alat dan bahan yang diperlukan adalah cangkul, bor dan mata bor, kaleng cat bekas/menyerupai tempat sampah, sampah hijauan (sisa kulit buah, sayur, rumput hijau, dan lain-lain), sampah coklat (dedaunan kering, rantai, dan lain-lain) fungsinya sebagai penyedia unsur C dan juga mencegah bau kondisi terlalu berair, kompos jadi+tanah, EM4, molase/gula merah, dan air.

Cara membuatnya adalah dipersiapkan lubang diameter serupa dengan tong sampah dengan kedalaman 30-40 cm. Lubangi dan sisi bawah dan samping keliling kaleng cat dengan bor untuk memberikan akses lindi (cairan kompos) keluar selama proses pengomposan. Lalu tempatkan kaleng cat pada lubang tanah yang sudah digali. Sampah kering dimasukkan sebagian (lapisan pertama dari dasar) ditimpa dengan kompos jadi yang bercampur tanah, lalu ditimpa dengan sampah hijau dan ditimpa lagi dengan kompos jadi yang bercampur tanah. Bagian yang ketiga ditimpa lagi dengan sampah coklat (dedaunan kering).

Setelah itu, dituangkan larutan yang didalamnya terdapat larutan molase yang ditambah EM4 dan ditambah air. Tutup kaleng cat dengan penutup. Jangan lupa tutupnya dilubangi kecil-kecil agar air hujan dapat masuk dan kompos didalam tidak terlalu kering di sekeliling tutupnya di lem karena kita membuat kompos fakultatif anaerob.

Fakultatif anaerob yaitu fermentasi berlangsung dalam kondisi tertutup tetapi masih membutuhkan oksigen. Jangan lupa juga dengan pengadukan dilakukan dua hari sekali, kalau masih tetap kering bisa dipercikkan air, pengadukan dilakukan untuk memberikan akses oksigen ke media kompos.

Kegiatan ini mempunyai integrasi keislaman yaitu kompos diurai oleh hewan kecil-kecil seperti belatung, karena setiap hewan yang diciptakan pasti mempunyai manfaat. Ecobrick dapat diambil nilai keislamannya yaitu kebersihan sebagian dari iman. Anak biologi harus mampu menemukan emas hitam jangan hanya mencari emas kuning dan biologi harus berkompos bukan anak biologi apabila tidak berkompos.

Penulis : Nur Arfadilla (Mahasiswa Biologi, Angkatan 2016)


Berita Terkini