Bahan Apa Saja yang Bisa Dibuat Pupuk Organik dengan EM4?
Senin, 07 September 2026
364 x Dilihat
Tahap pencampuran bahan kompos, daun hijau, daun coklat kering, dedak, molase dan EM4. Proses sederhana yang berdampak besar untuk kesuburan tanah.
Pupuk organik berbasis EM4 (Effective Microorganisms 4) semakin populer di kalangan petani dan masyarakat karena mudah dibuat serta ramah lingkungan. EM4 mengandung mikroorganisme bermanfaat seperti bakteri asam laktat, ragi, dan bakteri fotosintetik yang mempercepat fermentasi bahan organik menjadi kompos atau pupuk bokashi berkualitas.
Bahan yang dapat digunakan antara lain sisa dapur (kulit buah, sayuran, dan nasi basi), dedaunan, jerami, rumput, kotoran ternak (sapi, kambing, atau ayam), dedak, batang pisang, serta limbah pertanian lainnya. Bahan-bahan tersebut dicampur dengan larutan EM4 dan gula (molase atau gula merah) lalu difermentasi dalam kondisi anaerob. Proses ini biasanya selesai dalam 7–14 hari dan menghasilkan pupuk yang kaya unsur hara.
Kelebihan pupuk organik EM4 meliputi perbaikan struktur tanah, peningkatan kesuburan, mempercepat dekomposisi, menekan patogen, mengurangi bau limbah, serta mendukung pertanian berkelanjutan tanpa mencemari lingkungan. Penggunaan rutin juga dapat menekan kebutuhan pupuk kimia dan meningkatkan hasil panen.
Zakky Husein dari PT. Songgolangit Persada selaku produsen EM4 mengingatkan, “Hindari bahan plastik, logam, kaca, minyak, daging, tulang, serta tanaman yang terserang penyakit. Bahan-bahan tersebut dapat menghambat proses fermentasi, menimbulkan bau busuk, atau bahkan menyebarkan patogen yang berbahaya bagi tanaman dan lingkungan.”
Dengan memilih bahan yang tepat dan menghindari yang tidak sesuai, pupuk organik berkualitas tinggi dapat dihasilkan secara mandiri, mendukung pertanian pertanian hijau di Indonesia.
Baca juga:
Apakah EM4 bisa menggantikan pupuk kandang?
Berita Terkini
Terpopuler
Berita Terkait