EM4 Indonesia

Denpasar, Bali, Indonesia

Call: 0816574045

info@em4indonesia.com

Silase di Musim Kemarau dan Palatabilitas Ternak Meningkat dengan EM4

Selasa, 08 September 2026

316 x Dilihat

EM4 Indonesia

Foto : Pemanfaat EM4 Peternakan untuk menghasilkan silase berkualitas yang disukai ternak

Ketersediaan hijauan merupakan salah satu faktor penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ternak ruminansia, termasuk sapi. Rumput gajah menjadi salah satu hijauan yang banyak dimanfaatkan karena dapat menjadi sumber serat bagi ternak. Namun, produksinya sangat dipengaruhi musim. Pada musim penghujan hijauan biasanya melimpah, sedangkan pada musim kemarau produksinya dapat menurun sehingga diperlukan pengelolaan dan penyimpanan pakan sebagai cadangan.

Salah satu teknologi yang dapat diterapkan peternak adalah pembuatan silase. Silase merupakan pakan yang diawetkan melalui proses fermentasi dalam kondisi anaerob atau minim oksigen. Hijauan yang berlimpah pada musim penghujan dapat diolah menjadi silase sehingga dapat disimpan dan dimanfaatkan ketika ketersediaan hijauan segar berkurang pada musim kemarau.

Silase pakan lengkap dapat dibuat dengan mencampurkan beberapa bahan pakan, seperti rumput, leguminosa, dan bahan pakan lainnya yang menjadi sumber energi maupun protein. Proses fermentasi dapat membantu memperbaiki karakteristik bahan pakan, meningkatkan kecernaan, serta menghasilkan aroma fermentasi yang khas. Dengan demikian, silase tidak hanya berfungsi untuk memperpanjang daya simpan, tetapi juga dapat menjadi alternatif penyediaan pakan bagi ternak.

Dalam pembuatan silase, EM4 Peternakan dapat digunakan sebagai sumber mikroorganisme yang membantu mendukung proses fermentasi. Mikroorganisme yang terkandung dalam EM4 membantu berlangsungnya fermentasi sehingga dapat menghambat perkembangan mikroorganisme pembusuk. Proses fermentasi yang baik juga membantu menghasilkan silase yang lebih awet dan memiliki karakteristik yang sesuai sebagai pakan ternak.

Penggunaan EM4 Peternakan dalam proses fermentasi dapat membantu menghasilkan aroma khas fermentasi, seperti aroma asam-manis. Aroma tersebut dapat membuat pakan lebih menarik bagi ternak. Palatabilitas adalah tingkat kesukaan hewan ternak dalam menerima dan mengonsumsi suatu jenis bahan pakan yang disajikan. Silase dengan aroma, tekstur, dan kondisi yang baik diharapkan lebih mudah diterima oleh ternak.

Kualitas silase dapat dinilai melalui karakteristik fisiknya, antara lain aroma yang khas dan tidak busuk, warna hijau kecokelatan, tekstur yang masih relatif utuh, serta tidak terdapat pertumbuhan jamur. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses fermentasi berlangsung dengan baik. Silase yang berkualitas dapat menjadi salah satu bentuk cadangan hijauan untuk membantu memenuhi kebutuhan pakan sapi selama periode ketika hijauan segar sulit diperoleh.

Dengan pembuatan silase, peternak dapat memanfaatkan kelebihan produksi hijauan pada musim penghujan untuk menyediakan cadangan pakan menghadapi musim kemarau dan meningkatkan palatabilitas ternak.

 


Pilih Yang Sudah Pasti, EM4


Berita Terkini