EM4 Indonesia

Denpasar, Bali, Indonesia

Call: 0816574045

info@em4indonesia.com

Kunjungan ke Petani Pengguna EM4 di Kepahiang dan Desa Kandang Mas Bengkulu

Kamis, 17 September 2026

243 x Dilihat

EM4 Indonesia

Kegiatan kunjungan lapangan dilakukan untuk melihat secara langsung pemanfaatan EM4 oleh petani dan peternak di Kabupaten Kepahiang, termasuk di Desa Kandang Mas. Kegiatan ini menjadi bagian dari liputan mengenai penerapan teknologi mikroorganisme dalam mendukung kegiatan pertanian dan peternakan.

Kabupaten Kepahiang memiliki aktivitas pertanian yang cukup beragam. Data BPS Kabupaten Kepahiang juga menempatkan pertanian, kehutanan, dan perikanan sebagai salah satu kelompok kegiatan ekonomi yang terus dicatat dan dikembangkan

Dalam kunjungan tersebut, EM4 diketahui dimanfaatkan oleh petani hortikultura untuk berbagai komoditas, seperti cabai, terong, bawang merah, daun bawang, dan tomat. Selain tanaman hortikultura, EM4 juga digunakan pada tanaman perkebunan, khususnya kopi.

Pemanfaatannya antara lain untuk membantu pengolahan bahan organik, pengelolaan lahan, serta pembuatan pupuk organik cair (POC). Penerapan tersebut menjadi salah satu upaya petani dalam memanfaatkan sumber daya organik yang tersedia di lingkungan sekitar.

Tidak hanya di sektor tanaman, EM4 juga digunakan oleh peternak untuk mendukung pengelolaan usaha sapi, ayam, kelinci, hingga maggot.

Salah satu petani yang ditemui adalah Sukidi, petani hortikultura asal Yogyakarta yang kini berada di Desa Tugu Rejo, Kepahiang. Sukidi telah menerapkan EM4 pada tanaman hortikultura sekaligus dalam kegiatan peternakan kelinci.

Menurut Sukidi, EM4 telah lama digunakan dalam kegiatan budidayanya, terutama untuk kocor tanaman dan pengolahan lahan. Ia juga memanfaatkannya dalam pembuatan POC berbahan urine kelinci.

“Saya sudah lama pakai EM4 untuk kocor tanaman dan pengolahan lahan. Hasilnya bagus, baik untuk tanaman dan kesuburan tanah,” ujar Sukidi.

Pengalaman tersebut menunjukkan bagaimana petani mencoba mengintegrasikan kegiatan pertanian dan peternakan dengan memanfaatkan bahan organik yang tersedia di sekitar usaha tani.

Dua lokasi yang dikunjungi dalam kegiatan liputan ini menunjukkan bahwa penggunaan EM4 telah diterapkan oleh banyak petani dan peternak setempat. Bagi pengguna, pemanfaatan EM4 dinilai menarik karena dapat mendukung pengolahan bahan organik, sementara bahan-bahan yang tersedia di sekitar lahan maupun peternakan dapat dimanfaatkan kembali.

Petani juga menilai penggunaan teknologi tersebut dapat membantu efisiensi pengelolaan usaha tani dan mendukung praktik yang lebih ramah lingkungan. Hasil penerapan tentu dapat berbeda sesuai kondisi lahan, komoditas, dosis, dan teknik budidaya yang digunakan.***


Berita Terkini